Halaman Utama | Riwayat Hidup (CV) | Karya Buku | Portofolio | Email  
   
  Tutorial Praktis
Membangun Website Komunitas
dengan Plume

Memiliki website sendiri dan mengelola kontennya secara mandiri seringkali menjadi impian fakultas di dalam website universitas, anggota komunitas di dalam organisasi, atau bahkan cabang-cabang perusahaan. Dengan mengelola konten website secara mandiri dan ter-desentralisasi dari pengelola utama, anggota komunitas dapat secara rutin memperbarui informasinya lebih cepat. Karena pengelola website adalah pemilik informasi itu sendiri.

Namun yang sering menjadi masalah, tidak banyak website berbasis Content Management System (CMS) yang memberikan keleluasaan bagi penulisnya untuk memiliki website terpisah dari website utama. Setiap website yang dikelola sendiri oleh anggotanya harus diinstalasi di dalam folder terpisah. Hal ini selain merepotkan admnistrator dalam pengelolaannya, juga menyita banyak ruang harddisk karena instalasi banyak CMS di dalam satu server.

Dengan menggunakan Plume semua kesulitan di atas dapat teratasi dengan mudah. Anggota komunitas juga dapat mengelola websitenya secara mandiri, bahkan semudah menulis Weblog atau Blog yang saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup pengguna internet. Pemilik website tidak direpotkan dengan hal-hal teknis, baik instalasi maupun pembuatan kode program. Hanya dengan mengetikkan informasi dan menyimpannya dengan tombol simpan, maka informasi tersebut langsung tampil di halaman website. Dengan kemampuan CMS, setiap konten dapat dikelompokkan dengan rapi dalam beberapa kategori.

Pembahasan meliputi:
1. Instalasi Plume dan Web Server
2. Menjadi Administrator Web Komunitas
3. Mengelola Multi Website
4. Mengubah Desain Website
 

Kembali »